Catatan Kecil Apoteker

Sebuah blog yang berisi tentang ilmu farmasi

Latest Posts




Tanggal Percobaan                  : 14 Mei 2013
Nama                                      : Liya Suci Lestari
NIM                                        : 051211131162
Kelas                                       : A
Kelompok                                : SS-02
Macam Percobaan                   : Kompleksometri
Kepustakaan        : 1. Vogel, A.I., 1968.Textbook of Quantitative Inorganic                                                    Analysis. 3th ed. Page 247-248.
                                       2. Kolthoff Sandell, 1952.Textbook of Quantitative Inorganic Analysis. 3th ed. Page 528-530.
                                       3. Vogel, A.I., Revised Jeffrey G.H, 1989. Textbook of Quantitative Chemmical Analysis. 5th ed. Page 292-296.
                                      4. Farmakope Indonesia IV., hal.516

Penerapan Kadar           : Magnesium dalam Garam Magnesium Sulfat (Garam Inggris)
Secara                          : Kompleksometri

       I.            PROSEDUR PENETAPAN KADAR SAMPEL
a.     Penentuan Kadar Sampel
b.     Pembakuan EDTA

    II.            PRINSIP
a.     Reaksi
Pembakuan EDTA dengan Zn2+
Zn2+                  ç
Zn.Ind              |         + H2Y2- à ZnY2 + Ind
(merah ungu)   |                            H+     (biru)

Penetapan kadar magnesium dengan titrasi langsung
Mg2+                |
Zn.Ind              |         +H2Y2- à MgY2  +         Ind
(merah ungu)   |                            H+               (biru)

Indikator: Indikator Erichrom Black T (EBT)

b.     Kerja
-         Penetapan kadar sampel
-         Pembakuan EDTA

 III.            ALAT-ALAT YANG DIPAKAI
1.     Pipet volume
2.     Erlenmeyer
3.     Buret
4.     Beaker glass
5.     Gelas ukur
6.     Labu ukur
7.     Botol timbang

IV.            CARA KERJA PRAKTIS
a.     Penetapan kadar sampel
1.     Memipet 10,0 ml larutan ke dalam Erlenmeyer 250 ml.
2.     Mengatur pH = 7 dengan penambahan NaOH 1N dan menggunakan kertas indicator pH.
3.     Menambahkan 5 ml dapar salmiak dan kurang lebih 50 mg EBT.
4.     Campuran di atas dititrasi dengan larutan EDTA sampai semua warna merah ungu berubah menjadi biru.
5.     1ml larutan EDTA 0,05 M setara dengan 6,018 mg MgSO4.
b.     Pembakuan EDTA (dengan zat baku primer ZnSO4.7H2O)
1.     Membuat larutan baku primer kurang lebih 0,1 N dengan menimbang teliti sejumlah tertentu ZnSO4.7H2O dan melarutkannya dalam aqua demineralisata hingga volume 100,0 ml.
2.     Memipet larutan di atas sebanyak 10,0 ml ke dalam labu titrasi (Erlenmeyer 250 ml).
3.     Menambahkan berturut-turut 30 ml aqua demineralisata, 5 ml larutan buffer salmiak, dan 50 mg indicator EBT.
4.     Menitrasi dengan larutan EDTA hingga terjadi perubahan warna dan merah ungu sampai biru terang.

   V.            HASIL PENGAMATAN
a.     Penimbangan zat hasil baku primer ZnSO4.7H2O
Berat botol timbang + zat = 13,9692 gram
Berat botol timbang + sisa = 12,5707 gram
Berat zat = 13,9692 – 12,5707 = 1,3985 gram
b.     Pembakuan EDTA dengan larutan baku primer
No.
Volume MgSO4
Normalitas MgSO4
Volume EDTA
Normalitas EDTA
1.
10,0 ml
0,0996 N
0,00-10,60 ml
0,887 N
2.
10,0 ml
0,0972 N
0,00-8,9 ml
0,1056 N
c.      Penentuan kadar sampel Magnesium dengan EDTA
No.
Volume MgSO4
Normalitas MgSO4
Volume EDTA
Normalitas EDTA
1.
10,0 ml
0,0996 N
0,00-10,25 ml
0,0972 N
2.
10,0 ml
0,0972 N
0,00-10,00 ml
0,0972 N
VI.            Perhitungan
a.     Konsentrasi zat baku primer
N ZnSO4.7H2O = massa/bm x 1000/v x 2
                         = 1,3985/287,54 x 20
                         = 0,0973 N
b.     Konsentrasi titran: EDTA
1.     N ZnSO4 x V ZnSO4      = N EDTA x V EDTA
0,094      x  10,0             = N EDTA x  10,60
                   N EDTA     = 0,0887 N
2.     N ZnSO4 x V ZnSO4          =  N EDTA x V EDTA
0,094       x 10,0             = N EDTA  x 8,9
                   N EDTA     = 0,1056N
N EDTA rata-rata                   = (0,0887 x 0,1056) : 2
                                      = 0,0972 N
c.      Konsentrasi/ kadar sampel
1.     N MgSO4 x V MgSO4    = N EDTA x V EDTA
N MgSO4 x 10,0            = 0,0972    x 10,25
N MgSO4                       = 0,0996 N
2.     N MgSO4 x V MgSO4       = EDTA x V EDTA
N MgSO4  x 10,0            = 0,0972 x 10,00
N MgSO4                                       = 0,0972 N

N MgSO4 rata-rata                   = 0,0984 N
VII.            Kesimpulan
Konsentrasi ZnSO4.7H2O                  = 0,0973 N
Konsentrasi  EDTA                 = 0,0972 N
Konsentrasi MgSO4                            = 0,0984 N

VIII.            Pembahasan
Kesalahan-kesalahan pada praktikum kompleksometri disebabkan oleh:
1.     Kesalahan praktikan dalam pembacaan buret.
2.     Kesalahan praktikan dalam titik akhir titrasi.
3.     Kesalahan praktikan dalam menimbang.

Surabaya, 14 Mei 2013
Praktikan,
Ttd
Liya Suci Lestari
051211131162
Kesalahan: 0,51 %



Rounded Rectangle: R/ Salicyl talc.       	        	 2%
      m.f.l.a.s.pulv adspers       	  20
R/ Asetosal 			200 mg	
     Phenobarbital		10 mg
     CTM				1 mg
     Glucose		ad	400 mg
     m.f.l.a.pulv.dtd     No XV
     s.tdd pulv 1
Pro: Adinda		umur: 4 tahun
CARA PERACIKAN RESEP









RESEP PERTAMA
1.     Menimbang talc 19,6 gram
2.    Menimbang asam salisilat 400 mg kemudian menambah alcohol 95%, digerus sampai larut, menambahkan talc qs (secukupnya) dan digerus sampai kering dan homogen.
3.    (no.2) ditambah sisa talc dicampur sampai homogen secara homogen geometry dilution.
4.    (no.3) diayak dengan no.60
5.    Dimasukkan ke wadah dan ditandai “Bedak Tabur” serta beri etiket warna biru.
RESEP KEDUA
1.     Penimbangan:
Asetosal                         : 200 mg x 15                            = 3000 mg
Phenobarbital                  : 10 mg x 15                               =   150 mg
CTM dengan penipisan     : 1 mg x 5 = 15mg/50mgx200     =     60 mg
(dengan perbandingan 1:3)                                                -------------
                                                                                         3210 mg
Glucose ad 400 mg x 15 = 6000 mg – 3216 mg = 2790 mg
2.    Untuk penipisan CTM, menimbang CTM sejumlah 50 mg dan campur dengan glucose 150 mg hingga homogen.
3.    Menimbang Phenobarbital 150 mg dan digerus sampai halus.
4.    (no.2 dan no.3) dicampur secara geometric dilution sampai homogen.
5.    Menimbang asetosal 3 gram dan gerus hingga halus.
6.    (no.4 dan no.5) dicampur hingga homogen secara geometric dilution.
7.    (no.6 dan no.1) dicampur secara geometric dilution sampai homogen.
8.    Mengayak (no.7) dengan ayakan no. 60
9.    Menimbang (no.8), ditimbang 1/3 dan jumlah (no. 8), membagi 5 secara visual.
10. Menimbang 2/3 dan jumlah (no. 8) dan dibagi 2 dengan timbangan, masing-masing dibagi 5 secara visual.
11.  Masukkan ke wadah yang sesuai dan beri etiket putih, tandai pemakaian sehari tiga kali satu bungkus.


TUGAS PRESKRIPSI
COMPOUNDING AND DISPENSING
SEDIAAN SERBUK

11. Cari dan catat nama dagang 3 sediaan serbuk terbagi dan 3 sediaan serbuk tak terbagi yang beredar di pasaran. Tuliskan komponen obat yang terkandung di dalamnya!
2.  Tuliskan apa yang dimaksud dengan higroskopis, delikuesen, efloresen, dan campuran eutektik! Sertakan pustakanya!
3.  Tuliskan definisi ayakan berdasarkan Farmakope Belanda V!

JAWABAN:
1.     
NO.
SERBUK TERBAGI (PULVERES)
SERBUK TIDAK TERBAGI (PULVIS)
1.
Vegeta
Komposisi: serat plantago ovate (husk)
Indikasi: memudahkan dan melancarkan buang air besar, pengganti makanan tanpa kalori, penyerapan lemak dan penekan produksi kolestrol.
Cara pemakaian: Untuk memenuhi kebutuhan serat sehari 1 sachet 1-3 kali sehari. Untuk BAB lancar 2-3 kali 1 sachet. Untuk diet dan menurunkan kolesterol sehari 3 kali 1 sachet.
Kemasan: 1 dus 4 sachet.
Produksi: San Enensis Indah.

Herocyn Powder
Komposisi: balsam peru 2%, Zinc oxide 3,5%, belerang endap 1,42%, asam salisilat 0,8%, kamfer 0,31%, menthol 0,47%, talc 100%.
Indikasi: untuk mengobati gannguan kulit, seperti biang keringat dan gatal-gatal.
Cara pemakaian: sehari beberapa kali, taburkan pada tempat yang sakit setelah dibersihkan.
Kemasan: kaleng 75 g; 150 g; bedak bayi 200 g.
Produksi: Coronet Crown
2.
Oralit
Komposisi: Natrium Klorida 0,52 g; kalium klorida 0,3 g; trinatrium sitrathidrat 0,58 g; glukosa anhidrat 2,7 g.
Indikasi: Mencegah dan mengobati dehidrasi akibat diare dan muntaber.
Cara pemakaian: larutkan 1 sachet oralit dalam 200 ml air.
Kemasan: sachet
Produksi: Indofarma
Nellco Bedak Salicyl
Komposisi: Asam Salisilat 2%, menthol dan parfum qs.
Indikasi:  meringankan gatal-gatal pada kulit karena biang keringat dan sengatan matahari.
Kemasan: botol 180 g; 100 g; 60 g; sachet 8 g.
Produksi: Nellco
3.
Joss Kid
Komposisi: DHA + EPA 50 mg; L-lisin 2 mg; Asam L-aminoglutarat 50 mg; vit B1 2 mg; vit B2 2,73mg; vit B3 20 mg; vit B6 2 mg; vit B12 6 mcg; Na-phospat 2,73 mg; Ca-pantotenat 10 mg.
Indikasi: metabolisme otak dan nafsu makan anak.
Kemasan: dus dan sachet.
Produksi: Bintang Toedjoe
Rodeca Serbuk
Komposisi: asam salisilat 10 mg; ZnO 30 mg; difenhedramina-HCl 10 mg; menthol 2 mg; kamfer 1 mg/g
Indikasi: meringankan rasa gatal yang disebabkan biang keringat dan reaksi alergi.
Kemasan: pot bedak 120 g; 60 g; dan 30 g.
Produksi: Nellco

(sumber: ISO Indonesia vol 46, tahun 2011-2012, halaman 371, 373, 375, 592, 565)
2.  Definisi
?  Higroskopis adalah substansi yang mengabsorbsi uap air dari udara.
? Delikuense adalah substansi higroskopis yang mengabsorbsi uap air dan udara, sampai menjadi cair sebagian (parsial) ataupun secara keseluruhan hingga membentuk larutan.
? Efloresen adalah substansi yang terdiri dari Kristal yang menjadi serbuk dan memecah air dari proses kristalisasi.
? Campuran eutektik adalah proporsi dari komponen-komponen dalam campuran yang akan memberikan titik lebur terendah. Biasanya, titik lebur pada sebagian besar campuran eutektik di farmasi berada di bawah suhu kamar. Pada praktiknya, campuran eutektik dapat dikenali melalui peleburan dua atau lebih senyawa di atas campuran tersebut.
(Diterjemahkan dari: Martin.1971.Dispensing of Medication,Formerly USA’s Pharmaceutical Dispensing, United States of America: Mark Publishing Company, page: 740-741)
3.  Ayakan berdasarkan Nederland Pharmacopoeia V
? Ayakan A: untuk serbuk kasar
Dasar ayakan dibuat dari perkamen atau lempengan logam dengan lubang-lubang bulat dan diameter 4,8; 2,8; serta 1,4 mm. Serbuk yang diayak melalui ayakan A dapat dibedakan menjadi A5, A3, dan A1,5.
? Ayakan B: untuk serbuk halus
Dasar ayakan terbuat dari terbuat dari penapis/ kasa logam dengan diameter: 680-740 m; 284-316 m; 198-222 m; 141-159 m; 98-112 m.
Tebal beberapa kawat dari dasar-dasar ayakan ini harus berbeda-beda, di antaranya 490-416 m; 224-316 m; 170-150 m; 118-102 m; 86-74 m.
Serbuk yang diayak melalui dasar ayakan B, dapat dibedakan menjadi B10, B20, B30, B40, B50.
Tidak diperkenankan untuk menggunakan ayakan selain kedua jenis ayakan  yang telah dijelaskan sebelumnya. Kecuali apabila ada ketentuan lain untuk menyaring suatu serbuk dengan derajat kehalusan tertentu melalui dasar ayakan yang lebih halus dibandingkan dengan yang telah ditentukan untuk menghilangkan bagian-bagian serbuk yang lebih halus.